Cerita dan Edukasi
Inovasi Edukasi Sosiologi: Permainan Kartu sebagai Strategi Resolusi Konflik
Senin, 30 Juni 2025
Bandung, 26 Juni 2025 – Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Melalui sebuah Focus Group Discussion (FGD) bertema "Strategi Pembelajaran Resolusi Konflik Berbasis Permainan Kartu" yang diadakan pada Rabu (26/6), para dosen, guru Sosiologi, dan mahasiswa praktikan berkolaborasi merancang sebuah media edukasi yang menarik.
FGD ini dibuka oleh Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi, Dr. Wilodati, M.Si., dan dilanjutkan dengan pemaparan mendalam mengenai Resolusi Konflik oleh Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.A. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian riset hilirisasi yang bertujuan untuk menciptakan media permainan kartu. Permainan ini dirancang khusus sebagai alat bantu ajar konsep-konsep konflik dan resolusi konflik bagi siswa SMA. Sesi diskusi interaktif dalam FGD memungkinkan peserta untuk berbagi pengalaman lapangan, mengidentifikasi tantangan pembelajaran, serta mencetuskan ide-ide kreatif untuk strategi edukatif yang berakar pada realitas siswa.
Riset hilirisasi ini diketuai oleh Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., dengan anggota tim Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., dan Nindita Fajria Utami, M.Pd. Untuk memastikan hasil riset ini memiliki dampak nyata di masyarakat, tim berkolaborasi dengan PT. Sebangku sebagai mitra. Kemitraan ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Dalam FGD ini, pendekatan Empathy Mapping digunakan untuk menggali lebih dalam kebutuhan, pandangan, dan kebiasaan guru-guru Sosiologi dalam mengajarkan topik konflik sosial. Para peserta diajak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berfokus pada pengalaman mengajar, pemanfaatan media digital dan cetak, serta harapan mereka terhadap media pembelajaran yang kontekstual.
Beberapa guru mengungkapkan bahwa pembelajaran konflik kerap kali terasa abstrak bagi siswa karena kurangnya contoh konkret dan metode partisipatif. Dengan adanya permainan kartu ini, yang nantinya akan dikenal dengan sebutan "Marica" (Main Kartu Cerdas), diharapkan siswa tidak hanya menghafal jenis-jenis konflik dan cara penyelesaiannya. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat berlatih mengambil peran, bernegosiasi, dan membangun empati dalam menghadapi berbagai situasi konflik.
Rancangan awal permainan kartu ini akan menampilkan beragam skenario konflik sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari remaja. Setiap skenario akan dilengkapi dengan pilihan-pilihan penyelesaian yang mendorong siswa untuk berpikir kritis. Fleksibilitas menjadi salah satu poin utama dalam desain permainan ini, sehingga dapat diintegrasikan dalam berbagai metode pembelajaran, mulai dari diskusi kelompok, simulasi kelas, hingga evaluasi formatif.
Kegiatan FGD ini ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi dalam tahap uji coba dan pengembangan lebih lanjut media pembelajaran ini. Diharapkan, melalui pendekatan kreatif dan partisipatif seperti "Marica", pembelajaran Sosiologi dapat menjadi ruang yang dinamis untuk membentuk karakter siswa yang reflektif, kritis, dan mampu menciptakan kedamaian
Sunday, 14 December 2025
Baca Selengkapnya
Thursday, 11 December 2025
Baca Selengkapnya
Tuesday, 25 November 2025
Baca Selengkapnya
Platform edukasi Calistung terbaik untuk anak-anak Indonesia