Ide Aktivitas Edukatif

Kenapa Anak Sulit Fokus Saat Belajar dan Bagaimana Mengatasinya?

Jumat, 22 Agustus 2025

Whatsapp

Pernahkah kamu melihat anak yang sulit diam saat belajar? Baru sebentar duduk, mereka sudah ingin main, atau perhatiannya malah tertuju ke hal lain. Masalah ini ternyata umum terjadi, terutama pada anak usia dini. Berdasarkan penelitian yang membahas penyebab anak kurang fokus, ada beberapa faktor utama yang membuat anak sulit berkonsentrasi. Untungnya, ada juga solusi yang bisa kita terapkan agar anak lebih mudah fokus.

Permasalahan yang Membuat Anak Sulit Fokus

penyebab kurang fokus bisa datang dari tiga sisi utama: dari dalam diri anak, dari lingkungan sekitar, dan dari interaksi sosialnya. Berikut penjelasannya:

1. Faktor dari Dalam Diri Anak (Internal)

Anak merasa lelah atau mengantuk karena kurang tidur. Minat terhadap pelajaran rendah. misalnya, materi terasa membosankan. Ada gangguan emosi seperti cemas, bosan, atau sedang bad mood.

 

2. Faktor Lingkungan (Eksternal)

Ruang belajar terlalu ramai atau banyak gangguan suara. Pencahayaan yang kurang baik atau suasana belajar yang tidak nyaman. Cara mengajar yang monoton tanpa variasi membuat anak cepat bosan.

 

3. Faktor Sosial

Kurangnya dukungan dari orang tua atau guru, sehingga anak tidak termotivasi. Anak terlalu sering terpapar gadget dan game sehingga sulit mengendalikan diri.

 

Solusi Agar Anak Lebih Fokus

Setelah tahu penyebabnya, kita bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. Berikut beberapa strategi yang direkomendasikan:

1. Atur Jadwal dan Berikan Waktu Istirahat

Anak membutuhkan rutinitas yang jelas. Buat jadwal belajar yang tetap, disertai waktu istirahat singkat agar tidak jenuh. Misalnya, belajar 25 menit lalu istirahat 5 menit.

 

2. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman

Tempat belajar harus tenang, bersih, dan minim gangguan. Hindari mainan yang bisa mengalihkan perhatian dan pastikan pencahayaan cukup.

 

3. Gunakan Metode Belajar yang Menarik

Belajar tidak harus selalu duduk dan membaca buku. Variasikan dengan permainan edukasi, lagu, gambar, atau kegiatan praktek agar anak tetap semangat.

 

4. Berikan Apresiasi dan Dukungan

Dukungan orang tua dan guru sangat penting. Pujian sederhana seperti “Pintarnya anak mamah😍” bisa membuat anak lebih termotivasi.

 

5. Batasi Penggunaan Gadget

Tentukan kapan anak boleh bermain gadget. Jangan sampai gadget menjadi penghalang utama saat belajar. Jika perlu, gunakan gadget hanya untuk media pembelajaran.

 

6. Sesuaikan dengan Gaya Belajar Anak

Ada anak yang lebih suka belajar dengan gambar (visual), ada yang lebih paham lewat mendengar (auditory), ada yang suka membaca (Reading) dan ada yang aktif bergerak (kinesthetic). Sesuaikan metode dengan kebutuhan anak.
 


 

 

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Lainnya

Kolaborasi Perdana Marica x Erista Garden Asri: Belajar Matematika dan Calistung Sambil Bermain di Alam

Sunday, 14 December 2025

Baca Selengkapnya

Kunjungan DIHSTP UPI ke Marica Perkuat Hilirisasi Riset dan Inovasi Edukasi Berbasis Boardgame

Thursday, 11 December 2025

Baca Selengkapnya

✨ Day 4 GFK 2025: Hari Puncak Paling Spektakuler! Panggung Kreativitas, Lomba Seru, dan Tawa Anak-Anak yang Pecah Sepanjang Hari! ✨

Tuesday, 25 November 2025

Baca Selengkapnya

Platform edukasi Calistung terbaik untuk anak-anak Indonesia

Layanan

  • Kursus Membaca
  • Kursus Menulis
  • Kursus Berhitung
  • Workshop

Kontak Kami

+62 822-2149-1429

pt.sebangku@gmail.com