Pernahkah kamu melihat anak yang sulit diam saat belajar? Baru sebentar duduk, mereka sudah ingin main, atau perhatiannya malah tertuju ke hal lain. Masalah ini ternyata umum terjadi, terutama pada anak usia dini. Berdasarkan penelitian yang membahas penyebab anak kurang fokus, ada beberapa faktor utama yang membuat anak sulit berkonsentrasi. Untungnya, ada juga solusi yang bisa kita terapkan agar anak lebih mudah fokus.
Permasalahan yang Membuat Anak Sulit Fokus
penyebab kurang fokus bisa datang dari tiga sisi utama: dari dalam diri anak, dari lingkungan sekitar, dan dari interaksi sosialnya. Berikut penjelasannya:
1. Faktor dari Dalam Diri Anak (Internal)
Anak merasa lelah atau mengantuk karena kurang tidur. Minat terhadap pelajaran rendah. misalnya, materi terasa membosankan. Ada gangguan emosi seperti cemas, bosan, atau sedang bad mood.
2. Faktor Lingkungan (Eksternal)
Ruang belajar terlalu ramai atau banyak gangguan suara. Pencahayaan yang kurang baik atau suasana belajar yang tidak nyaman. Cara mengajar yang monoton tanpa variasi membuat anak cepat bosan.
3. Faktor Sosial
Kurangnya dukungan dari orang tua atau guru, sehingga anak tidak termotivasi. Anak terlalu sering terpapar gadget dan game sehingga sulit mengendalikan diri.
Solusi Agar Anak Lebih Fokus
Setelah tahu penyebabnya, kita bisa mengambil langkah untuk mengatasinya. Berikut beberapa strategi yang direkomendasikan:
1. Atur Jadwal dan Berikan Waktu Istirahat
Anak membutuhkan rutinitas yang jelas. Buat jadwal belajar yang tetap, disertai waktu istirahat singkat agar tidak jenuh. Misalnya, belajar 25 menit lalu istirahat 5 menit.
2. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman
Tempat belajar harus tenang, bersih, dan minim gangguan. Hindari mainan yang bisa mengalihkan perhatian dan pastikan pencahayaan cukup.
3. Gunakan Metode Belajar yang Menarik
Belajar tidak harus selalu duduk dan membaca buku. Variasikan dengan permainan edukasi, lagu, gambar, atau kegiatan praktek agar anak tetap semangat.
4. Berikan Apresiasi dan Dukungan
Dukungan orang tua dan guru sangat penting. Pujian sederhana seperti “Pintarnya anak mamah😍” bisa membuat anak lebih termotivasi.
5. Batasi Penggunaan Gadget
Tentukan kapan anak boleh bermain gadget. Jangan sampai gadget menjadi penghalang utama saat belajar. Jika perlu, gunakan gadget hanya untuk media pembelajaran.
6. Sesuaikan dengan Gaya Belajar Anak
Ada anak yang lebih suka belajar dengan gambar (visual), ada yang lebih paham lewat mendengar (auditory), ada yang suka membaca (Reading) dan ada yang aktif bergerak (kinesthetic). Sesuaikan metode dengan kebutuhan anak.