Parenting
Kesulitan Membaca pada Anak Usia Dini dan Bagaimana Solusinya?
Jumat, 12 September 2025
Membaca adalah keterampilan dasar yang menjadi pintu gerbang menuju pengetahuan. Namun, bagi anak usia dini, proses belajar membaca kerap menghadirkan tantangan tersendiri. kesulitan ini umumnya muncul karena anak belum memiliki kesiapan membaca, baik dari sisi kognitif, psikologis, maupun lingkungan.
Dalam konteks pendidikan, membaca juga menjadi bagian dari keterampilan Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung) yang wajib dikuasai anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Oleh karena itu, memahami penyebab kesulitan membaca sangat penting agar anak tidak tertinggal dalam perkembangan literasinya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak usia dini mengalami hambatan dalam membaca, antara lain:
Anak usia 4–6 tahun masih berada pada fase di mana aktivitas bermain lebih dominan dibandingkan kemampuan memusatkan perhatian pada tugas kognitif.
Pada tahap pra-operasional menurut Piaget, anak belum dapat berpikir konkret. Akibatnya, mengenal dan memahami simbol huruf maupun angka menjadi hal yang sulit.
Kecerdasan (IQ), minat, motivasi, serta bakat sangat memengaruhi kemampuan membaca. Anak yang kurang tertarik pada buku atau tidak memiliki motivasi belajar cenderung lebih lambat menguasai keterampilan membaca.
Lingkungan keluarga dan sosial-budaya berperan besar. Anak yang tumbuh di keluarga dengan keterbatasan waktu, fasilitas, atau minim stimulasi membaca akan lebih sulit berkembang dalam literasi maupun Calistung secara umum.
Banyak anak usia dini yang belum mampu mengenal warna dasar, huruf, angka, hingga menulis namanya sendiri. Bahkan, sering kali huruf masih ditulis terbalik. Kondisi ini menjadi hambatan awal dalam pembelajaran Calistung.
Baca juga: Apa Itu Calistung? Manfaat dan 6 Metode Belajar yang Menyenangkan
Kesulitan membaca pada anak usia dini dapat diatasi dengan strategi yang tepat. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
Sebelum dikenalkan pada kata atau kalimat, anak sebaiknya diajak mengenal konsep dasar seperti huruf, angka, warna, dan simbol sebagai fondasi Calistung.
Belajar membaca dapat dibuat menyenangkan melalui permainan kartu huruf, lagu fonik, cerita bergambar, hingga aktivitas pura-pura membaca. Dengan begitu, anak belajar Calistung tanpa merasa terbebani.
Orang tua memegang peran penting dengan membiasakan kegiatan membaca bersama, menyediakan buku bergambar, serta memberikan motivasi positif. Kebiasaan ini dapat memperkuat kemampuan Calistung sejak dini.
Setiap anak memiliki ritme perkembangan berbeda. Guru dan orang tua perlu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan unik masing-masing anak, baik dalam membaca maupun keterampilan Calistung lainnya.
Media seperti poster alfabet, kartu bergambar, maupun aplikasi edukasi interaktif bisa membantu anak menghubungkan simbol dengan bunyi dan makna. Media ini juga bermanfaat untuk menguatkan penguasaan Calistung secara menyeluruh.
Kesulitan membaca pada anak usia dini terutama disebabkan oleh belum siapnya aspek kognitif, psikologis, dan lingkungan. Namun, kondisi ini bukanlah hambatan permanen. Dengan pendekatan yang tepat, khususnya melalui play based learning, stimulasi keluarga, serta media belajar yang bervariasi anak dapat dibimbing untuk menumbuhkan fondasi literasi yang kuat.
Membaca bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan bagian penting dari Calistung yang perlu dirancang sesuai tahap perkembangan anak. Dengan kesabaran, strategi yang menyenangkan, dan dukungan penuh dari guru serta orang tua, anak usia dini dapat melewati fase ini dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Sunday, 14 December 2025
Baca Selengkapnya
Thursday, 11 December 2025
Baca Selengkapnya
Tuesday, 25 November 2025
Baca Selengkapnya
Platform edukasi Calistung terbaik untuk anak-anak Indonesia