Masa usia 3 hingga 7 tahun termasuk periode emas (golden age) dalam perkembangan literasi anak. Pada rentang usia ini, anak mulai menunjukkan kesiapan mengenal simbol grafis seperti huruf dan angka sebagai dasar keterampilan calistung (membaca, menulis, berhitung).
Pengenalan huruf sejak dini tidak hanya soal “belajar membaca”, tetapi juga menumbuhkan fondasi kemampuan literasi: mengenali bentuk huruf, memahami bahwa huruf mewakili bunyi (phoneme), serta mengaitkan huruf dengan kata dan makna. Semua ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan anak menghadapi tahap calistung di sekolah dasar.
Beberapa penelitian mendukung pentingnya pengenalan huruf:
Sebelum ke praktik, penting memahami beberapa tantangan agar pendekatan kita lebih tepat:
Anak-anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda. Tidak semua anak akan cepat mengenali semua huruf pada waktu yang sama.
Sebelum mengenali huruf, anak perlu memiliki kesadaran fonologis — kemampuan memecah kata menjadi bunyi / suku kata / fonem. Ini juga penting dalam tahapan awal calistung.
Beberapa huruf memiliki bentuk yang mirip (misalnya ‘b’ dan ‘d’, atau ‘p’ dan ‘q’), yang dapat membingungkan anak jika dikenalkan sekaligus.
Jika proses pengenalan huruf dipaksa atau terlalu formal, anak bisa bosan atau kehilangan minat, sehingga berpengaruh pada semangat mereka dalam belajar calistung.
Dengan menyadari tantangan ini, kita bisa mengadaptasi strategi agar proses belajar tetap menyenangkan dan efektif.
Berikut strategi dan ide aktivitas yang bisa diterapkan secara bertahap dan kreatif untuk mendukung kemampuan calistung:
Mulailah dengan huruf-huruf dalam nama anak. Anak biasanya sudah sangat familiar dengan nama mereka sendiri, sehingga huruf-huruf dalam nama dapat menjadi titik awal yang lebih “ramah”.
Kemudian secara bertahap perkenalkan huruf vokal (A, I, U, E, O), karena lebih mudah dikenali dan sering muncul dalam kata sehari-hari.
Buku alfabet dengan ilustrasi menarik (gambar yang berhubungan dengan huruf) dapat memfasilitasi pengenalan huruf bentuk dan bunyi secara menyenangkan.
Selama membaca bersama anak, sorot dan tunjuk huruf tertentu, mulai dari yang sudah dikenali, kemudian sebutkan nama dan bunyinya.
Biarkan anak meraba bentuk huruf, menggambar di pasir, atau membentuk huruf dengan plastisin. Aktivitas multisensori ini membantu mereka lebih mudah mengingat bentuk huruf sekaligus melatih motorik halus, yang bermanfaat dalam keterampilan menulis (lis) dalam calistung.
Lagu alfabet dan permainan bunyi dapat memperkuat ingatan anak. Selain itu, kemampuan menyadari bunyi adalah langkah awal sebelum anak belajar membaca (ca) dalam calistung.
Ajarkan satu huruf per minggu agar tidak membebani. Ulangi melalui berbagai aktivitas seperti membaca, bermain, menyanyi. Konsistensi ini akan mempermudah anak saat memasuki tahap membaca dan menulis dalam calistung.
Hubungkan huruf dengan benda nyata: “B untuk Bola”, “M untuk Meja”. Aktivitas ini melatih anak mengenali huruf di konteks nyata, bagian penting dari literasi calistung.
Apresiasi membuat anak lebih percaya diri dan termotivasi, sehingga lebih semangat menghadapi proses belajar calistung.
Mengenalkan huruf pada anak usia 3–7 tahun sebaiknya dilakukan secara bertahap, konsisten, dan dalam suasana bermain. Langkah ini bukan hanya untuk literasi dasar, tetapi juga sebagai bekal penting dalam keterampilan calistung (membaca, menulis, berhitung).
Sunday, 14 December 2025
Baca Selengkapnya
Thursday, 11 December 2025
Baca Selengkapnya
Tuesday, 25 November 2025
Baca Selengkapnya
Platform edukasi Calistung terbaik untuk anak-anak Indonesia