Parenting

Mengapa Pengenalan Huruf Penting di Usia Dini?

Senin, 06 Oktober 2025

Whatsapp

Masa usia 3 hingga 7 tahun termasuk periode emas (golden age) dalam perkembangan literasi anak. Pada rentang usia ini, anak mulai menunjukkan kesiapan mengenal simbol grafis seperti huruf dan angka sebagai dasar keterampilan calistung (membaca, menulis, berhitung).

Pengenalan huruf sejak dini tidak hanya soal “belajar membaca”, tetapi juga menumbuhkan fondasi kemampuan literasi: mengenali bentuk huruf, memahami bahwa huruf mewakili bunyi (phoneme), serta mengaitkan huruf dengan kata dan makna. Semua ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan anak menghadapi tahap calistung di sekolah dasar.

Beberapa penelitian mendukung pentingnya pengenalan huruf:

  1. Keterampilan letter knowledge (pengetahuan huruf) dan phonological awareness (kemampuan menyadari bunyi), keduanya adalah prediktor utama keberhasilan membaca di kemudian hari.
  2. Studi pada anak prasekolah menunjukkan bahwa buku alfabet (alphabet book) yang menarik secara visual dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali bentuk huruf dan bunyinya.
  3. Penelitian Emergent Literacy menemukan bahwa kemampuan menulis huruf (letter-writing) dan pengetahuan cetak (print knowledge) memiliki kontribusi unik terhadap perkembangan ejaan dan membaca anak prasekolah.
  4. Dengan memahami hal-hal tersebut, kita bisa merancang aktivitas pengenalan huruf yang efektif dan menyenangkan bagi anak sebagai fondasi calistung.


Tantangan dalam Mengenalkan Huruf pada Anak Usia 3-7 Tahun

Sebelum ke praktik, penting memahami beberapa tantangan agar pendekatan kita lebih tepat:

1. Perbedaan ritme belajar

Anak-anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda. Tidak semua anak akan cepat mengenali semua huruf pada waktu yang sama.

2. Kemampuan fonologis belum matang

Sebelum mengenali huruf, anak perlu memiliki kesadaran fonologis — kemampuan memecah kata menjadi bunyi / suku kata / fonem. Ini juga penting dalam tahapan awal calistung.

3. Bentuk huruf yang serupa

Beberapa huruf memiliki bentuk yang mirip (misalnya ‘b’ dan ‘d’, atau ‘p’ dan ‘q’), yang dapat membingungkan anak jika dikenalkan sekaligus.

4. Menjaga motivasi dan kenyamanan

Jika proses pengenalan huruf dipaksa atau terlalu formal, anak bisa bosan atau kehilangan minat, sehingga berpengaruh pada semangat mereka dalam belajar calistung.

Dengan menyadari tantangan ini, kita bisa mengadaptasi strategi agar proses belajar tetap menyenangkan dan efektif.

Tips & Cara Praktis Mengenalkan Huruf

Berikut strategi dan ide aktivitas yang bisa diterapkan secara bertahap dan kreatif untuk mendukung kemampuan calistung:

1. Mulai dari huruf yang dekat dengan anak

Mulailah dengan huruf-huruf dalam nama anak. Anak biasanya sudah sangat familiar dengan nama mereka sendiri, sehingga huruf-huruf dalam nama dapat menjadi titik awal yang lebih “ramah”.
Kemudian secara bertahap perkenalkan huruf vokal (A, I, U, E, O), karena lebih mudah dikenali dan sering muncul dalam kata sehari-hari.

2. Gunakan buku alfabet dan cerita bergambar

Buku alfabet dengan ilustrasi menarik (gambar yang berhubungan dengan huruf) dapat memfasilitasi pengenalan huruf bentuk dan bunyi secara menyenangkan.
Selama membaca bersama anak, sorot dan tunjuk huruf tertentu, mulai dari yang sudah dikenali, kemudian sebutkan nama dan bunyinya.

3. Media visual & materi cetak

  1. Tempel poster alfabet di dinding atau di ruang bermain agar anak “terpapar” huruf setiap hari.
  2. Gunakan kartu huruf (flashcard) bergambar untuk identifikasi huruf.
  3. Media kotak huruf atau permainan letter bingo bisa membantu keterampilan literasi awal sebagai bagian dari calistung.

 

4. Aktivitas sensorik / tangan (multisensori)

Biarkan anak meraba bentuk huruf, menggambar di pasir, atau membentuk huruf dengan plastisin. Aktivitas multisensori ini membantu mereka lebih mudah mengingat bentuk huruf sekaligus melatih motorik halus, yang bermanfaat dalam keterampilan menulis (lis) dalam calistung.

5. Bernyanyi, irama, dan permainan bunyi

Lagu alfabet dan permainan bunyi dapat memperkuat ingatan anak. Selain itu, kemampuan menyadari bunyi adalah langkah awal sebelum anak belajar membaca (ca) dalam calistung.

6. Latihan harian yang konsisten & bertahap

Ajarkan satu huruf per minggu agar tidak membebani. Ulangi melalui berbagai aktivitas seperti membaca, bermain, menyanyi. Konsistensi ini akan mempermudah anak saat memasuki tahap membaca dan menulis dalam calistung.

7. Integrasikan dengan benda sehari-hari & lingkungan

Hubungkan huruf dengan benda nyata: “B untuk Bola”, “M untuk Meja”. Aktivitas ini melatih anak mengenali huruf di konteks nyata, bagian penting dari literasi calistung.

8. Puji usaha, tidak hanya hasil

Apresiasi membuat anak lebih percaya diri dan termotivasi, sehingga lebih semangat menghadapi proses belajar calistung.

Mengenalkan huruf pada anak usia 3–7 tahun sebaiknya dilakukan secara bertahap, konsisten, dan dalam suasana bermain. Langkah ini bukan hanya untuk literasi dasar, tetapi juga sebagai bekal penting dalam keterampilan calistung (membaca, menulis, berhitung).

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Lainnya

Kolaborasi Perdana Marica x Erista Garden Asri: Belajar Matematika dan Calistung Sambil Bermain di Alam

Sunday, 14 December 2025

Baca Selengkapnya

Kunjungan DIHSTP UPI ke Marica Perkuat Hilirisasi Riset dan Inovasi Edukasi Berbasis Boardgame

Thursday, 11 December 2025

Baca Selengkapnya

✨ Day 4 GFK 2025: Hari Puncak Paling Spektakuler! Panggung Kreativitas, Lomba Seru, dan Tawa Anak-Anak yang Pecah Sepanjang Hari! ✨

Tuesday, 25 November 2025

Baca Selengkapnya

Platform edukasi Calistung terbaik untuk anak-anak Indonesia

Layanan

  • Kursus Membaca
  • Kursus Menulis
  • Kursus Berhitung
  • Workshop

Kontak Kami

+62 822-2149-1429

pt.sebangku@gmail.com